Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

puisi "asing"( anisrasita,2017)

"asing" begitu asing begitu berbeda begitu takut begitu tersiksa begitu perih begitu waspada begitu gelisah ya.. ini bukan rumahku ini bukan tempatku ini berbeda tapi aku terikat sangat erat sampai aku tak sanggup melepaskan betapa menyakitkan dan aku tidak bisa apa apa bagai akar yang melilit tubuhku dan membawaku kedalam tanah aku dimana.. sejenak aku berfikir berjalan dan berlari lebih baik dari pada diam hingga akhirnya aku akan menemukan rumahku kembali (anis rasita,2017)

puisi "jangan"

jangan aku melihat ketulusan di matanya aku tau dia menyayangiku lebih dari apapun aku kenal dia sangat aku tau semuanya hatiku sakit ketika ada yang menilainya begitu meskipun yang menilainya orang yang sangat aku sayangi, hormati, dan lebih mulia dari seorang malaikat aku tauuu dia juga punya kebingungan sendiri hatiku menjerit jangaaaaannn.. jangan bilang begitu aku menyayangi dia lebih dari apapun dia menemani hari hari kecilku dia yang mengerti aku dia yang menghiburku dia yang menjadikan hidupku berwarna dia selalu membuat aku ketawa dengan cara dia dia selalu tau bagaimana cara membuat aku istimewa dari yang lain jangaannn.. jangan  sakiti dia aku mohon dia adalah pahlawan keduaku meskipun aku ingin menjadikannya pahlawan pertama dia yang mendengarkanku aku menyayanginya akuu rindduuu... (anis rasita,2017)

puisi "sejuta cerita dalam kegelapan (anis,2017)"

sejuta cerita dalam kegelapan segenap mata memandang ku lihat ketenangan melihat kesunyian bayang-bayang cahaya melambai-lambai seakan memanggilku untuk kesana tapi aku tetap diam hanya melihat, dan merasakan aku tidak ingin kesana aku tidak ingin menghampiri cahaya itu aku merasa tenang disini aku bisa merenung aku bisa bernyanyi aku bisa berkhayal bahkan aku bisa membaca dalam kegelapan ini aku senang disini tapi suasana ini hanya sementara dia akan pergi sesuai keinginannya dan dia akan datang sesuai keinginannya dia juga bisa tidak kembali untuk waktu yang lama aku hanya bisa menunggu menunggu suasana itu aku sadar tidak semua orang menyukainya tapi tidak dengan aku aku menyukainya sangat dan aku akan menunggunya kembali ketika dia sudah pergi kadang aku berfikir dia tidak seperti aku tidak seperti aku yang menyukainya aku tidak ingin apa-apa kedatangannya sudah membuatku bersyukur aku hahya ingin suasana itu ( anis,2017 )